ALT_IMG

Sungai Rokan

Sungai Rokan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh besar pada keadaan kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat di kecamatan tanah putih, juga masyarakat di daerah rokan.

Alt img

Masjid Omeh

Masjid yang berdiri pada tahun 1920-an ini sebenarnya bernama Masjid Al-Mukhlisin, namun pada peristiwa perluasan Masjid yang terletak di Jalan Mansoerdin, RT 01 RW 04 pada tahun 1980an, ditemukan omeh (emas) dalam tempayan hingga akhirnya Masjid ini lebih dikenal dengan nama Masjid Omeh.

Alt img

Rumah Masyarakat Melayu Tanah Putih

Salahsatu sudut perkampungan dengan barisan rumah-rumah panggung khas yang banyak terdapat dikecamatan Tanah Putih.

ALT_IMG

Pasar Sedinginan

Pasar merupakan tempat kegiatan jual-beli berlangsung yang hanya buka pada hari senin, (Hari lainya hanya pagi saja) terletak dipinggir sungai rokan.

ALT_IMG

Madrasah Suluk Thariqat Naqsabandiyah

Salah satu surau suluk yang terletak diseberang Masjid Omeh, disekitar surau suluk ini terdapat beberapa makam pemuka dan penyebar agama Islam, salah satunya makam orang aceh.

Rabu, 28 Oktober 2020

R.M. QOSUM (KH MUKMIN Bin H. Muhammad Nur) Menelusuri Keturunan Raden Di Sedinginan (Part I)

0 komentar

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

        Salam sejahtera untuk semua pembaca yang saya doakan selalu dalam keadaan bahgia. Setelah sekian lam tidak ada berita dan kabar dalam blog yang kita sayangi ini, akhirnya syukur الحمد لله sekarang admin sekaligus penulis kembali mendapatkan bahan tulisan untuk dibahas. Kali ini penulis akan membahas seorang tokoh yang juga seorang yang pejuang di masa penjajahan dulu.

Foto KH Mukmin Dirumah Mak Kiki Bin H Nain Mukmin Di Rimbamelintang
Foto KH Mukmin Dirumah Mak Hakikurahman Bin H Nain Mukmin 
 yang tinggal di Rimbamelintang

            Adalah R.M. Qosum atau yang lebih dikenal dengan nama KH Mukmin oleh masyarakat Sedinginan, lahir di Desa Sukabumi, Kec. Cepogo, Kabupaten Boyolali - Jawa Tengah. Sebenarnya perjalanan hidup dan asal usul beliau sedikit sekali yang saya ketahui, Beberapa cerita tentang beliau pernah saya dapatkan dari Nenek, Atuk, Mamak, Acit dan Ibu saya. 

                Raden, Keraton, Chines, Surakarta, solo, Kebumen dan Yogyakarta adalah kata yang selalu saya dengar dalam cerita perjalanan hidup beliau. Menurut Syamsir Boy Bin H. Hamzah Mukmin, R.M. Qosum mempunyai darah keturunan suku Chines, hal ini pun juga saya yakini karena melihat anak sulung R.M. Qosum, yaitu H.Hamzah Mukmin juga beberapa anak dan cucu R.M. Qosum lainya kebanyakan mempunyai face yang oriental sekali, bahkan H. Hamzah Mukmin sering disangka dari kalangan suku chines saat berada di Bagansiapiapi. Pernah ketika H Hamzah Mukmin sedang dalam urusan bisnis di Bagansiapi-api, saat itu sedang terjadi kerusuhan dengan suku Tionghoa di Bagansiapiapi, H. Hamzah Mukmin harus lari dan sembunyi didalam bak rumah warga karena dikejar massa yang mengira beliau adalah orang tionghoa.


                 H. Hamzah Mukmin Muda            Foto H. Hamzah Mukmin diantara Anaknya
                                                                   Hj. Masneneng  (Kiri Jilbab Hitam)  dan Cucunya   
                                                                        M Rasuma Febri/Abi ( Kanan Baju Putih)     
        
                 Saya ingat pada suatu ketika ,H. Yusuf Mukmin berkata sambil bercanda kepada salah satu Cicit H. Hamzah Mukmin bernama Aya yang kebetulan merupakan keturunan Boyolali, "Kulo tiang Jawi, kalau kato uyut miko potang" (Kulo tiang Jawi, Kalau kata Mbah Uyut kalian dulu). Kulo tiang jawi artinya adalah "Saya Orang Jawa" Merupakan tutur bahasa Jawa Halus. 

                    Menurut catatan yang pernah ditulis H. Hamzah Mukmin di selembar kertas dan juga mendengar cerita dari anggota keluarga lainya, Nama Ayah dari R.M. Qosum adalah H. Muhammad Nur.  Syamsir Boy Bin H. Hamzah Mukmin mengatakan bahwa keluarga R.M. Qosum di Jawa merupakan orang kaya pemilik pabrik dan berpengaruh. Pernah pada saat masa kejayaan toko SAHA ANA milik H. Hamzah Mukmin, H. Hamzah Mukmin saat itu secara keuangan sangat mampu untuk membiayai prjalanan, ingin sekali mengajak Ayahnya R.M. Qosum (KH Mukmin) untuk bersilaturahmi dan berkenalan ke  keluarga Ayahnya yang ada di Jawa, namun keinginan H. Hamzah Bin Mukmin ditolak oleh R.M. Qosum dan mengatakan beliau tidak bisa kembali ke Jawa, kalaupun H. Hamzah Mukmin membawanya kembali kejawa, kemungkinan besar R.M. Qosum tidak akan bisa pulang ke Riau kembali. Dan untuk alasan kenapa beliau tidak bisa pulang ke Riau tidak dijelaskan.

                  Dalam kehidupanya menurut cerita dari Hj. Hesti H Binti H. Hamzah Mukmin, R.M. Qosum adalah orang yang sangat dihormati oleh orang-orang Jawa yang ada di Sedinginan pada saat itu. Beliau adalah orang yang mempunyai badan tegap dan tinggi, kuat dan gigih dalam bekerja. Beliau mempunyai adik yang mirip dengan beliau, dan sering beliau dan adiknya bertukar peran untuk mengelabui tentara jepang yang saat itu menjajah NKRI.




..........Bersambung ke Part II ya. Harap sabar menunggu update-anya :)
Continue reading →
Sabtu, 06 Mei 2017

JADUAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1438H (2017)

0 komentar
Assalamualaikum wr.wb

Lama sudah admin tidak menjenguk blog tercinta ini, hingga tak sadar waktupun begitu cepat berlalu, bulan puasa tinggal menghitung minggu dalam hari. Teringat bulan puasa, teringat pula belimau, sahur, buka puasa, mercon, tarawih, kembang api.... banyak sekali kalau admin tuliskan ya... heheh

Mengingat sahur dan buka, terpikir ide untuk mencari jadual imsakiyah yang selama ini kita ikuti sesuai jadual imsakiyah Pekanbaru atau Bagansiapi-api yang walaupun letaknya cukup jauh dari kampong hingga harus menyesuaikan perbedaan menit untuk kota sedinginan.

Setelah browsing kehilir-mudik, akhirnya menimbang hasil referensi admin mengambil sumber dari al-habib.info untuk menjadi panutan jadual imsakiyah. Admin al-habib sendiri menyatakan mungkin ada perbedaan antara 1-2 menit untuk penjaduallannya (perbedaan yang wajar jika di dilihat dari sumber lainya), untuk itu  sebelumnya disini admin blog meminta maaf apabila ada yang kurang berkenan dengan jadual yang admin bagikan.

Berikut adalah hasil dari pencarian jadual imsakiyah yang (insyaAllah) sesuai dengan jadual di kota Kemenangan.


DOWNLOAD


Demikian lah yang dapat admin informasikan kepada pembaca, ssilahkan di download dan semoga bisa dimanfaatkan. Lebih dan kurangnya admin meminta maaf sebesar-besarnya
wassalamualaikum warrahmatullah.....

SUMBER: http://www.al-habib.info/jadwal-shalat/imsakiyah-ramadhan.htm
Continue reading →
Kamis, 30 Maret 2017

Penelusuran Keturunan Uwak Kadih Hitam (Mentaolelo)

0 komentar
Berawal dari rasa penasaran dan keingintahuan penulis tentang asal-usul dan sejarah keluarga, akhirnya muncul pula inisiatif untuk mencari silsilah keluarga dari pihak sebelah omak (sesuai suku), 
Dari hasil cerita orang-orang terdekat ditambah hasil wawancara dengan Atuk KH.Suhaimi Tambusai (yang sekarang tinggal di desa Teluk Pulau), maka kemaren lusa sore (Rabu, 29/03/2017) jadilah sebuah pohon keluarga yang walaupun penulis menyadari masih banyak kekurangan dan mungkin ada kesalahan, karena memang ini lah realisasi pertama dari hasil wawancara dengan orangtua-orangtua yang sudah lama saya lakukan.

Terkenang di hati untuk melanjutkan wawancara dengan keluarga yang lain, namun sayangnya terkendala masalah waktu yang sempit dikarenakan kesibukkan dan  jarak yang tak terlalu jauh. Maka disini penulis mencoba membagikan apa yang sudah di capai dengan harapan ada masukan, tambahan dan koreksi dari berbagai pihak yang mengenal dan mengetahui, utamanya yang ada di kampong, kelurahan sedinginan kota kemenangan.

Adapun hasil yang sudah penulis peroleh bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

Garis Keturunan Uwak Kadih Hitam

Apabila ada perbaikan, kritik dan saran yang bersifat membangun, silahkan tulis dikolom komentar atau melalui komen di link blog ini tang penulis bagikan di FB,
Continue reading →
Jumat, 27 September 2013

Kota Kemenangan, Jangan Pernah Tenggelam. (++PICT)

3 komentar


SEDINGINAN, Kota Kemenangan. Ungkapan ini tentunya meerupakan kata-kata yang tak asing ditelinga kita masyarakat Kecamatan tanah Putih dan sekitarnya. Sedinginan dahulunya adalah salah satu daerah administratif yang berkembang pada penjajahan Belanda. Sedinginan sempat mengalami masa kejayaanya sekitar tahun 1950-an, sempat menjadi pusat perdagangan dijalur sungai rokan dan bahkan beberapa suku tionghoa sempat tinggal disini dan hijrah kebagansiapi-api setelah kebakaran besar terjadi dikota sedinginan. Dahulu Sedinginan adalah kota yang cukup maju pada jamannya, Sekolah-sekolah, gedung bioskop GERATES (Gerakan Rakyat Tambusai), pelabuhan, dan toko-toko besar banyak terdapat di Sedinginan pada jaman itu, yang salah satunya adala toko SAHA-ANA milik H. Hamzah Bin KH Mukmin.

Namun kini kejayaanitu tinggal sejarah, bahkan sejarahnya pun hampir tenggelam, Harusnya kita sebagai generasi penerus bisa mengabadikan  sejarah dan mengambil semangat dari kejayaan masa lalu untuk mengembangkan kembali tempat tumpah darah kita.

Setelah hampir setahun tidak menginjak kampung halaman, beberapa waktu lalu saya sempat pulang kekampung halaman dan memotret beberapa sudut dikota Sedinginan. Banyak beberapa tempat yang sudah kehilangan kemegahanya, namun disisi lain tempat-tempat ini menjadi hal indah untuk diabadikan.
 Berikut ini adalah hasil jepret sana sini disudut-sudut kota sedinginan. (Klik Gambar Untuk Memperbesar).

Mushola/Surau Taufiq

Pasar Ikan yang Hampir Roboh Tak Terurus

Seberang Sungai, Peternakan Kerbau H. Yusuf

Salah Satu Rumah Tua dipinggir Sungai Rokan

Sungai Rokan Yang Kaya Dengan Ikan


Boad, Jarang Sekali saya ketemu dengan benda ini.

Jajaran Ruma Tua.
Pasar, Tak Seramai Dahulu.


Masjid omeh
Madrasah Suluk Naqsabandiyah
Salah Seorang Nelayan Membentang Jaring Didalam Sungai Rokan

Suasana Dalam Pasar.

*)Sebenarnya masih banyak kisah Kejayaan Sedinginan yang diceritakan Atuk saya ketika saya pulang kampung kemaren, hanya saja karena terlalu banyak saya jadi lupa :P
Continue reading →
Minggu, 25 Agustus 2013

MELIHAT SEDINGINAN DARI ANGKASA

0 komentar
PENYEBRANGAN SINTONG-PAGAR

KAMPUNG PELITA

MTS SEDINGINAN

SIMPANG UJUNG TANJUNG

PASAR SEDINGINAN

PKS TELUK MEGA

PUSKESMAS RAWAT INAP

SIMPANG KUDOW BANJAR XII

SMA N 1 TANAH PUTIH

SMK N 1 TANAH PUTIH

SMP N 1 TANAH PUTIH

SIMPANG SOLAH

SPBU DAN MASJID AN-NUR UJUNG TANJUNG

SINTONG TANK

Continue reading →
Minggu, 09 September 2012

Rumah Tua Pusaka

5 komentar


Assalamualaikum, lama sudah tak bersua, jika masih ada suasana raye bin yayow bolehlah saya mencuri kesempatan minal aidin walfaidzin. Tidak terasa sudah setahun blog ini tidak saya sentuh, karena disamping kesibukan yang ada, juga karena kurangnya materi-materi yang ingin saya ulas dan masukkan kedalam blog ini.

Libur lebaran yang setahun merupakan kesempatan mudik alias baliek kampong ke Rohil tercinta. Pada lebaran kemaren saya tak melewatkan kesempatan untuk menjepret objek-objek yang khas di kota kemenangan dengan kamera handphone yg seadanya,  berikut adalah hasilnya:


Rumah tua yang terletak didepan Masjid omeh, dengan ukiran khas melayu Tambusai.

Rumah Atuk H. Hamzah

Salah satu rumah tua di Desa Sintong


Akik, MCK tradisional di sungai Rokan

Rumah tua di Desa sedinginan

Itak sidah, Dodol khas orang Rokan.


Continue reading →
Rabu, 21 Desember 2011

Adat Melayu dalam Generasi Mengenal Budaya

0 komentar
"Tuah sakti Hamba negeri
Esa hilang dua terbilang
Patah tumbuh hilang berganti
Takkan melayu hilang dibumi"


Bermula dari perjalanan-perjalanan yang saya lalui dan melihat budaya-budaya yang sangat terjaga dibeberapa tempat yang saya pernah singgahi dan sangat jauh terbalik keadaanya dengan diluar kampung halaman (dalam menjaga adat dan budayanya), timbul sedikit kegelisahan-kegelisahan kecil lama-lama menumpuk dan menggerakkan saya untuk menuangkanya.

Ketika saya berkunjung di salah satu daerah wisata yang ternyata keindahan alamnya jika dibandingkan dengan kampung halaman tidaklah jauh berbeda. Hanya saja selain keindahan alamnya diikuti fasilitas yang memadai, dalamnya budaya adat-istadat yang kuat terjaga membuat daerah tersebut bisa memiliki suasana yang menarik perhatian setiap pengunjungnya. Tak hanya disitu, untuk daerah dan beberapa kota wisata lainya pun saya melihat hal yang sama, yaitu dijaga dan ditonjolkannya budaya-budaya yang lebih menarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut.

Yang saya lihat lebih sebenarnya bukan sekedar kepariwisataan dari daerah tersebut, tapi juga dari keadaan masyarakat di daerah tersebut yang juga berpengaruh terhadap cara hidup dan cara pandang masyarakat tersebut nampak lebih maju, terbuka dan dewasa.

Belakangan, hal-hal tersebut terpikirkan oleh saya sendiri ketika berkumpul dengan kawan-kawan sebaya dikampung yang kebanyakan dari kami tidak paham bahkan tak mengenal adat budaya sendiri. Saya sendiri bahkan bisa saya katakan lebih banyak tau budaya luar dibandingkan budaya adat-istiadat kampung sendiri, dengan bahasa lain bisa saya katakan IRONI walaupun wajar jika dibandingkan dengan kawan sebaya lainya karena sebenarnya saya hanya numpang lahir dikampung.

Memang, melayu takkan hilang dibumi, tapi melayu yang manakah yang tak hilang itu? kalau diperhatikan banyak sudah budaya terlupa, banyak adat tak diingat dan banyak pusaka tak terjaga.

Masa-masa saya kecil pernah saya mendengar ritual-ritual gilo lukah, atit togak (yang tak pernah sempat saya lihat dan ketahui bagaimana),  cerita-cerita yang semakin luntur diingatan, banyak pusaka-pusaka yang bahkan kami (saya dan kawan-kawan sebaya) hampir tak menyadari keberadaanya, katakan saja candi sintung.

Mungkin terlalu lama kita terlena, tapi setidaknya belum terlambat untuk kita perbaiki, karna yang lain patah kita menjadi tumbuh, budaya hilang kita mencari, dan melayu kita takkan hilang di bumi.....
mari kawan-kawan.... :)
abi
Continue reading →

Label